Sabtu, 15 Juni 2013

Soal Jilbab ,Pernyataan Wakapolri Dinilai Tak Arif







Indonesian Police Watch (IPW) menyayangkan pernyataan Wakil Kepala Polri Komjen Nanan Sukarna yang memberikan pilihan untuk polwan jika ingin berjilbab agar meninggalkan statusnya sebagai polisi.

Pernyataan Nanan yang meminta polwan yang ingin berjilbab agar segera mengundurkan diri alias pensiun itu keluar, Jumat (14/6) kemarin.

Presidium IPW, Neta S Pane mengatakan, pernyataan tersebut bukanlah pernyataan arif dari seorang pemimpin. Pernyataan itu adalah pernyataan yang sangat tidak bijak dari seorang pemimpin. "Sangat otoriter," katanya ketika dihubungi ROL, Sabtu (15/6).

Menurut Neta, seharusnya Wakapolri dan Kapolri yang sudah mau pensiun tersebut lebih bisa bersikap arif. Bahkan semestinya bisa membuat sejarah baru agar dikenang para Muslimah dari kalangan polwan khususnya dan Muslimah umumnya, yakni mengeluarkan ketentuan polwan bisa mengenakan jilbab. 

Neta menjelaskan, pemimpin Polri sekarang seperti cenderung 'memusuhi' gagasan polwan berjilbab dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan tidak arif.

Redaktur : Gilang Ramadhan

Jumat, 14 Juni 2013

Presiden Turki : Demo Turki itu Demo Biasa





Presiden Turki, Abdullah Gul menilai keliru pihak yang menyamakan protes di Turki saat ini sama dengan gerakan kebangkitan yang terjadi di negara-negara Arab dan Afrika utara.
  
Dalam jumpa persnya, Abdullah Gul mengatakan, 

"Di sejumlah negara Timur Tengah dan Afrika Utara, warga turun ke jalan-jalan untuk mencapai hak sah mereka dan menuju demokrasi serta pembentukan pemerintahan multipartai. Sedangkan dalam transformasi di Turki, tidak terlihat tuntutan seperti itu."

Abdullah Gul juga menyinggung demonstrasi dan protes warga Eropa akibat kondisi ekonomi. "Peristiwa di Turki berbeda dengan yang terjadi di benua Eropa,'' katanya seperti dilansir kantor berita IRNA.[rol/im]

Redaktur : Gilang Ramadhan

Majelis Syuro : PKS Tetap Tolak Kenaikan BBM





Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menggelar rapat untuk menentukan sikap partai terkait rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Tak hanya itu, rapat DPTP juga membahas mengenai posisi PKS dalam koalisi. 
Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menjelaskan, hasil rapat yang digelar di Bandung itu memutuskan bahwa PKS sepakat menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Sikap ini merupakan keputusan final karena diambil bersama DPTP yang merupakan Badan Pekerja Majelis Syuro.
"Sikap ini adalah sikap yang final karena diputuskan lembaga tertinggi di partai. Maka, DPP dan turunannya (fraksi) diamanahkan untuk mengelola keputusan ini dengan cara yang rasional. Ini bukan anti-pada kesejahteraan rakyat, kami mengoreksi kebijakan yang peduli pada rakyat," kata Hidayat, di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (13/6/2013).
Terkait urusan koalisi, anggota Majelis Syuro PKS ini mengatakan, partainya tak akan mengambil keputusan untuk hengkang dari koalisi. Menurutnya, berdasarkan kontrak koalisi, tak ada keharusan partai yang berbeda pendapat untuk hengkang dari koalisi.
Dalam kontrak koalisi, butir lima menyebutkan, "Bilamana terjadi ketidaksepakatan terhadap posisi bersama koalisi, terlebih menyangkut isu yang vital dan strategis, seperti yang tercantum dalam butir 2 tersebut di atas yang justru dituntut kebersamaan dalam koalisi, semaksimal mungkin tetap dilakukan komunikasi politik untuk menemukan solusi yang terbaik. Apabila pada akhirnya tidak ditemukan solusi yang disepakati bersama, parpol peserta koalisi yang bersangkutan dapat mengundurkan diri dari koalisi. Manakala parpol yang bersangkutan tidak mengundurkan diri, pada hakikatnya, kebersamaannya dalam koalisi parpol telah berakhir. Selanjutnya, Presiden mengambil keputusan dan tindakan menyangkut keberadaan parpol dalam koalisi dan perwakilan partai yang berada dalam kabinet."
"Itu kan bisa, bukan harus (keluar). Silakan kalau Presiden mau menggunakan hak prerogatifnya," ujar Hidayat.

Rapat DPTP dihadiri semua petinggi PKS, di antaranya Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin, Presiden PKS Anis Matta, Sekretaris Jenderal Taufik Ridho, dan tiga menteri Kabinet Indonesia Bersatu II asal PKS. Dari jajaran fraksi, Hidayat didampingi Sekretaris Fraksi PKS dan beberapa politisi lainnya.
Redaktur : Gilang Ramadhan

Terusan Suez Maha Karya Sang Singa Padang Pasir





Banyak yang belum tahu , bahwa ternyata Terusan Suez ternyata adalah sebuah karya agung berdasar ide dan gagasan cemerlang sekaligus membuktikan kejeniusan Amirul Mukminin Umar Bin Khaththab raddiyallahu’anhu. Ide jenius beliau menghubungkan Laut Merah dan Laut Putih Tengah karena adanya berbagai potensi domestik yang sudah dikenal pada zamannya. Juga kejeniusan beliau patut kita berbangga karenanya, adalah kemampuan beliau mewujudkan proyek tersebut dalam waktu relatif singkat sehingga terusan tersebut bisa dilalui oleh kapal-kapal.

Di musim dingin tahun 641-642 M, Amru bin Ash ra. membuka terusan yang menghubungkan antara laut Qalzim dengan Laut Romawi atau di posisinya sekarang, dikenal dengan nama Terusan Amirul Mukminin.

Al Qadha’i bercerita, Umar bin Khattab ra. menginstruksikan pada Amru bin Ash ra. pada saat musim paceklik untuk mengeruk teluk yang berada di samping Fusthath kemudian dialiri air sungai Nil hingga laut Qalzim.
Belum setahun, teluk inipun sudah bisa dilalui oleh kapal dan digunakan untuk mengangkut logistik ke Mekkah dan Madinah. Teluk ini juga dimanfaatkan penduduk dua tanah suci itu hingga disebut Teluk


Amirul Mukminin.
Al Kindi bertutur bahwa teluk tsb dikeruk pada tahun 32 H dan selesai hanya dalam waktu 6 bulan. Kapal-kapal sudah bisa lalu lalang menyusuri teluk hingga sampai di Hijaz bulan ke tujuhnya.

Terusan ini sangat membantu penduduk Mesir hingga era Khalifah Abu Ja’far Al Manshur , yang dibendungnya untuk memutus aliran dan dukungan Mesir terhadap perlawanan Muhammad bin Abdullah bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib di Hijaz.

Sebagian sejarah juga menyebut, bahwa Amru bin Ash telah memikirkan untuk menghubungkan 2 laut putih dan Merah , namun tampaknya yang dimaksud adalah terusan lain, yang membelah antara Selat Timsah dengan Barzah, antara Mesir dan Sinai hingga Laut Tengah. Tapi rencana ini dibatalkan karena alasan pertimbangan militer yang ada pada zaman itu.

Pada masa Khilafah Utsmaniyyah, teluk ini dibersihkan tiap tahun. Musim dingin, teluk ini biasanya ditutup karena dikeruk dan dibersihkan seperti perayaan. (biasanya bulan Agustus). Lumpur yang dikeruk lalu diangkat dan ditimbun di samping kanan-kiri aliran teluk. dan ini sungguh menarik perhatian penduduk setempat.Zilzaal


Redaktur : Gilang Ramadhan

Fitnah AS Terhadap Suriah Seperti Ketika AS Fitnah Irak




Rusia mengatakan data Amerika Serikat mengenai dugaan penggunaan senajata kimia yang dilakukan rezim Suriah 'tidak meyakinkan'.

Moskow juga memperingatkan Amerika agar tidak mengulangi kesalahan saat menyerbu Irak dengan alasan Saddam Hussein menimbun senjata pemusnah massal.

Penasehat senior kebijakan luar negeri Kremlin, Yury Ushakov mengatakan, keputusan AS untuk menyediakan bantuan militer kepada para gerilyawan Suriah, akan merusak ushaa-usaha internasional mengakhiri konflik yang merenggut puluhan ribu orang.

Perang Suriah akan mendapat perhatian pekan depan di Irlandia Utara tempat para pemimpin dunia -- termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin -- bertemu pada konferensi tingkat tinggi G-8. Ushakov mengatakan, para pejabat AS baru-baru ini menyerahkan kepada Rusia informasi baru mengenai tuduhan penggunaan senjata kimia terhadap para gerilyawan oleh pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

"Apa yang diperlihatkan pihak Amerika tak tampak meyakinkan bagi kami," katanya kepada wartawan, seperti disadur dari AFP.

"Kami tak ingin buat paralelnya, saya tidak ingin mempercayai data ini bisa sama dengan situasi dengan botol kecil yang Menteri Luar Negeri (AS) Colin Powell perlihatkan pada sidang Dewan Keamanan yang terkenal."

Ushakov merujuk kepada sidang DK PBB pada 2003. Saat itu, Powell memegang satu botol kecil yang dia katakan dapat berisi anthraks sebagai bukti program senjata yang dituduhkan atas Irak. Senjata itu, yang dikutip pemerintahan George W Bush sebagai motif utama untuk melancarkan invasi pimpinan AS terhadap Irak pada 2003, tak pernah muncul ke permukaan setelah jatuhnya rezim Baghdad.

Ketua Komite Urusan Luar Negeri Majelis Rendah Parlemen Rusia, Alexei Pushkov bahkan mengeluarkan pendapat lebih keras daripada Ushakov. Ia menuding Washington membuat klaim Bashar telah menggunakan senjata kimia terhadap para gerilywan.

"Informasi tentang penggunaan senjata kimia oleh Bashar dilebih-lebihkan sama seperti kebohongan tentang senjata pemusnah massal (Saddam) Hussein di Irak," katanya.

"Mengapa Bashar menggunakan sarin dalam jumlah kecil terhadap para pejuang? Apa perlunya? Supaya mengundang intervensi luar? Ini gak masuk akal," tanyanya lantang.

Ushakov mengatakan, peluang-peluang menyelenggarakan konferensi perdamaian Suriah yang diusulkan bersama oleh Rusia dan AS, akan dilukai rencana-renacana Washington untuk memberikan dukungan kepada oposisi.

Amerika memperkeras sikapnya atas Suriah. Mereka menuduh Bashar menggunakan senjata kimia termasuk senjata kimia sarin terhadap rakyatnya dan menjanjikan dukungan militer bagi oposisi.

Redaktur : Gilang Ramadhan

Pemain Manc. City Mengunjungi Palestina






Ajang Piala Eropa U-21 di Israel menjadi berkah tersendiri bagi Abdissalam Abdulkadir Ibrahim. Gara-gara dipanggil skuat Timnas Norwegia, gelandang serang ini malah bisa menyempatkan diri mengunjungi Palestina. 

Pemain Manchester City ini berziarah ke Baitul Maqdis alias Dome of the Rock, sebuah masjid yang dibangun semasa pemerintahan Khalifah Umar Ibn Al-Khattab Radiallahu Anhu di Palestina. Hal itu dilakukannya di sela-sela turnamen, karena cukup mudah mengunjungi masjid yang dekat dengan kompleks Al Aqsa itu lewat Negeri Zionis.

Sebagai seorang Muslim, pemain yang sedang memperkuat Stromsgodset dalam masa peminjaman dari the Citizens ini tak ingin melewatkan perjalanan spiritual yang dapat dijangkaunya. Abdisalam Ibrahim mengunggah foto kunjungannya itu melalui akun twitter, ‏@abi_bra. 

"Not many can say they have been here. What a place (Tidak banyak yang bisa dikatakan telah sampai di sini. Bangunan yang sangat mengagumkan)," kata pemain kelahiran Mogadishu, Somalia pada 1 Mei 1991 ini.

Di Piala Eropa U-21, Norwegia lolos ke semi final usai menghuni runner up Grup A dengan nilai lima dari tiga laga. Mereka berada di bawah pemuncak klasemen, Italia dengan tujuh poin, dan mampu menyingkirkan tuan rumah Israel dan Inggris. Lawan Norwegia selanjutnya adalah Timnas Spanyol yang sukses menyapu bersih tiga laga dan memimpin klasemen Grup B.

Redaktur : Gilang Ramadhan

Iberamsjah : PKS Sudah Sesuai Prosedur




Sikap PKS yang tidak menarik tiga menterinya dari kabinet SBY dinilai sudah benar. 

"Dulu SBY yang mengangkat ketiga menteri dari PKS, maka SBY pula yang berhak memberhentikan mereka," kata Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Iberamsjah di Jakarta, Kamis, (13/6).

Jika PKS menarik ketiga menterinya dari kabinet, ujar Iberamsjah, PKS justru menunjukkan mereka seolah-olah marah karena usulan agar harga BBM tidak dinaikkan ditolak pemerintah. 

"Justru menunggu SBY menggunakan hak prerogatifnya merupakan sikap yang sangat tepat saat ini," ujarnya.

PKS, terang Iberamsjah, kali ini bertindak benar dengan menolak kenaikan harga BBM. PKS berani melawan kebijakan koalisi yang menyengsarakan rakyat.

"PKS justru terlihat berbeda, tidak bersikap menjilat SBY seperti partai lain seperti PAN, Golkar, PKB yang mau menerima keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Padahal mereka tahu kenaikan harga BBM hanya akan menyusahkan rakyat," kata Iberamsjah.

Apalagi, ujar Iberamsjah, harga BBM dinaikkan pada saat menjelang puasa dan lebaran. Harga barang pokok bisa melambung tinggi, padahal harga BBM tidak naik saja saat menjelang lebaran harga barang pasti naik.

Menurut Iberamsjah, PKS menolak kenaikan harga BBM bukan untuk melakukan pencitraan guna menaikkan elektabilitasnya. "Tidak ada hubungannya dengan pencitraan sebab PKS selama ini memang konsisten menolak kenaikan harga BBM," katanya.

PKS, ujar Iberamsjah, tak perlu mengundurkan diri dari koalisi. Sebab dulu SBY yang meminta mereka masuk ke dalam koalisi, maka SBY pula yang berhak mengeluarkan mereka dari koalisi.

"Saya bukan pendukung PKS maupun partai manapun. Namun sikap PKS menolak kenaikan harga BBM kali ini harus didukung oleh semua pihak," kata Iberamsjah.